Minggu, 21 September 2014

Samsir : Kita Panggil Pengurus Lampura Niaga

Kotabumi (SL) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura)
memastikan bakal memanggil seluruh petinggi Perusahaan Daerah (PD)
Lampura Niaga. Langkah ini dipandang perlu guna menentukan arah
kebijakan terkait PD dimaksud.

"Kita mau evaluasi lagi. Kita akan panggil semua pimpinan Lampura
Niaga," tegas Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Samsir, usai upacara detik
- detik proklamasi distadion Sukung Kotabumi, Minggu (17/8).

Samsir menegaskan tak menutup kemungkinan pihaknya akan mengambil
langkah tegas dalam polemik PD. Lampura Niaga agar perusahaan itu
dapat diselamatkan. Langkah tegas itu dapat berupa perombakan seluruh
petinggi PD tersebut. "Nanti kita lihat. Kalau memang musti
reorganisasi, ya kita reorganisasi saja. Jadi, enggak usah ditutup,"
terang dia seraya menambahkan evaluasi yang akan dilakukan pihaknya
untuk mengetahui seberapa besar kontribusi perusahaan itu untuk
kepentingan masyarakat Lampura.

Disinggung mengenai langkah apa yang akan dilakukan pihaknya terkait
aset milik PD. Lampura Niaga khususnya agunan para nasabah yang macet
angsurannya, Sekkab Samsir mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu
MoU (Memorandum of Understanding/perjanjian) antara Lampura Niaga dan
para nasabah sebelum mengambil kebijakan. "Kita lihat MoU-nya,"
singkat dia sembari berlalu menuju mobil dinasnya yang berplat BE 8 J.

Sebelumnya, desakan tuntutan untuk menutup Perusahaan Daerah (PD)
Lampura Niaga Lampung Utara (Lampura) kian deras tiap harinya. Setelah
sebelumnya, LSM Lampura buka suara, kini LSM lainnya pun melakukan hal
yang sama.

"Pak Bupati harus ambil sikap tegas terkait PD. Lampura Niaga. Bupati
hanya ada dua pilihan, tutup PD itu atau rombak total seluruh pengurus
PD. Lampura Niaga tersebut," tandas Ketua LSM Putra Pribumi Lampura,
Saparudin, Kamis (7/8).

Ia mengkhawatirkan, jika tak ada langkah tegas dari Bupati Agung Ilmu
Mangkunegara terkait perusahaan 'sakit' dimaksud, maka perusahaan yang
bergerak dibidang penyertaan modal itu hanya akan menjadi beban
anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampura. Lantaran tiap
tahunnya, Pemkab mengucurkan dana subsidi sebesar Rp. 500 juta kepada
PD. Lampura Niaga dengan harapan perusahaan itu akan sedikit mampu
membangun perekonomian Lampura. "Kalau tidak mau ditutup, pak Bupati
bisa rombak total seluruh pejabat didalamnya. Intinya, kalau tidak ada
pembenahan, jangan harap perusahaan itu akan bangkit dari
keterpurukan!" ketus dia.

Diketahui, meski disubsidi sebesar Rp. 500 juta, namun PD. Lampura
Niaga selalu mengalami kerugian. Parahnya lagi, kerugian yang dialami
setiap tahunnya itu disinyalir disebabkan oleh kebijakan aneh yang
diterapkan oleh pengelola PD. Lampura Niaga yang tidak memberikan
batas waktu pinjaman serta sistem sita aset kepada para nasabahnya
yang selalu menunggak mengangsur pinjaman dari perusahaan dimaksud.
Apa yang dialami oleh PD. Lampura Niaga ini jelas tidak sebanding
dengan kucuran dana dari Pemkab yang telah menggelontorkan total dana
sekitar Rp. 3 Miliar sejak tahun 2007 hingga kini.(Feaby)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...