Selasa, 02 April 2013

SATU LAGI DOKTER SPESIALIS LAMPURA 'KABUR'

Kotabumi (SL) – Pengawasan Dinas Kesehatan Lampung Utara (Lampura) terhadap dokter yang bersekolah mengambil spesialis dibidangnya sangat lemah. Buktinya, seorang dokter spesialis anak yakni M. Rifki Agung Cahyono yang telah menyelesaikan studinya di Universitas Diponegoro, Jawa Tengah, kini ditengarai tak jelas rimbanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan setempat, Apizal Rio ketika ditemui diruangannya, Selasa (2/4) membenarkan bahwa pihaknya tak mengetahui dimana keberadaan dokter spesialis anak tersebut. “Nah itu, kita masih cari kan informasi lagi (keberadaannya),” kata dia singkat, Selasa (2/4).

Untuk itu, dirinya mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap dr. M. Rifki Agung Cahyono, Sp.A setelah terlebih dahulu mengetahui keberdaan dokter tersebut.disamping itu, ia juga menjelaskan bahwa tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan tindakan seperti teguran kepada dokter itu. “Yang bersangkutan akan kita panggil,” tegas dia.

Aprizal mengakui bahwa pada tahun 2011 lalu, dokter spesialis itu sempat mengajukan mutasi ke daerah lain. Sayangnya, dirinya tidak mengetahui pasti dimana dokter spesialis itu bekerja saat ini. “Kita sudah sampaikan proses pengajuan pindah tugasnya ke BKD tahun 2011.  Kalau aturannya ya, sambil menunggu proses pindah, ya harus tetap mengabdi di Lampung Utara ini. Tapi kalau ini kan sudah lebih kurang dua tahun hilang (M. Rifki). 

Menurutnya, dr. M. Rifki Agung Cahyono, Sp.A termasuk salah satu dokter yang memperoleh tugas belajar (tubel) dan telah menyelesaikan studinya di Universitas Diponegoro pada tahun 2010 silam. “Dia kan termasuk peserta tubel,” ucap dia.

Anehnya, dokter spesialis anak tersebut tidak termasuk dalam daftar 13 peserta tugas belajar atau program pengembangan dokter spesialis Dinas Kesehatan Lampura. Ketiga belas dokter peserta Tubel itu yakni, Nazilah Hanum, I Nyoman Okayasa, I Gede Putu, I Suluh Widyanarwan, Billy Zukyawan K, Farida Nurhayati, Vemi Fitria, Herlison, Jims Ferdinan P, dan Wirdinal.

Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan dokter spesialis tersebut saat ini bekerja di Rumah Sakit Swasta dikawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Sebelumnya, pada tahun 2012 lalu, dua dokter spesialis yakni dr. Farida Nurhayati, SpTHT dan dr. Billy, SpRad yang disekolahkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menggunakan ratusan dana APBD sempat melakukan hal yang sama. Pasalnya, setelah lulus mengambil spesialisasi dibidangnya, kedua dokter spesialis tersebut juga tidak jelas rimbanya. Kini, kedua dokter tersebut telah kembali mengabdi pada Kabupaten Lampung Utara meski hanya paruh waktu setelah sebelumnya ramai diberitakan oleh sejumlah media massa di Lampung.(Feaby)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...