Kamis, 11 April 2013

PERNYATAAN KONTROVERSI BUPATI TUAI KRITIK


Kotabumi (SL) – Perang urat syaraf (psywar) yang mulai ditabuh oleh Bupati Zainal Abidin mendapat respon dari sejumlah kandidat peserta Pemilukada Lampung Utara (Lampura) pada September mendatang.

Pasalnya, para kandidat tersebut menilai pernyataan orang nomor satu di Lampura tersebut yang menuding bahwa begal diwilayahnya disinyalir didalangi oleh calon pesaingnya dinilai sangat kurang bijak ditengah kerinduan masyarakat Lampura akan kondisi yang aman serta bebas dari aksi para kawanan begal.

"Nggak mungkinlah calon akan membuat onar Kotabumi. Kita ini punya akal sehat. Kalau kita yang nyuruh begal, itu kan nggak masuk akal," tandas M. Riza Pachlevi, Bakal Calon Bupati Lampura yang akan diusung partai Golkar dan non parlemen, via ponselnya, Kamis (11/4).

Seorang pemimpin, menurut mantan Komandan Pemukiman Angkatan Laut (Dankimal) Lampura ini, tidak boleh mengeluarkan pernyataan yang aneh (begal) kepada masyarakatnya. "Itu kan sama saja mempermalukan diri sendiri. Jangan tunjukan kita tidak mampu. Itu salah. Ini kan fitnah namanya. Jadi jangan sebarkan isu yang tidak benar. Jangan salah menjatuhkan karena dampaknya akan negatif karena masyarakat ini dapat menilai," tegasnya seraya menambahkan bahwa seluruh kandidat peserta Pemilukada merupakan calon – calon terbaik yang memiliki ragam latar belakang.

Kritikan yang sama juga dilontarkan oleh kandidat kuat lainnya, Paryadi, staf ahli Gubernut Lampung yang berpasangan dengan Agung Ilmu Mangkunegara pada Pemlukada. Menurut dirinya, pernyataan orang nomor satu di Lampura itu dapat menimbulkan kesan dimata masyarakat bahwa dirinya melempar tanggung jawab atas fenomena keamanan yang dikeluhkan masyarakatnya.

"Saya kira kurang bijak jika kita berbicara siapa gembong atau siapa otaknya," kata dia, ketika diwawancarai melalui ponselnya, Kamis (11/4).

Mantan Sekdakab Lampura ini menilai solusi cepat dalam menekan atau bahkan memberantas tindak kejahatan khususnya begal lebih sangat dibutuhkan masyarakat daripada mermpersoalkan siapa dalang dibalik aksi begal tersebut. "Se-propinsi Lampung ini tahu ini banyak begal. Itu fakta. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita mencari solusi biar persoalan ini cepat selesai. Inilah pemikiran yang cerdas. Bukannya kita melempar tanggung jawab kepada orang lain. Nggak begitu,” sergah dia seraya menjelaskan seluruh calon yang ada saat ini memiliki latara belakang dan status sosial yang jelas.

Sebelumnya, orang nomor satu Lampura itu menuding bahwa maraknya aksi begal didaerah yang dipimpinnya tersebut didalangi oleh lawan politiknya agar menjatuhkan citra dirinya dimata masyarakatnya.  "Semua yang mau jadi Bupati bilang mau berantas begal. Jangan nunggu Bupati kalau mau berantas begal. Jangan - jangan mereka sendiri otak begalnya," tandas Zainal sengit dalam kegiatan pembentukan Tim Terpadu Keamanan Masyarakat, digedung Pusiban Agung Kotabumi, Selasa (9/4). Pemilik plat merah BE I J ini juga menyebutkan bahwa pemahaman para kandidat peserta Pemilukada mendatang tidak memahami tugas dan wewenang Kepala Daerah. Hal ini ditunjukan ketika para calon tersebut dalam setiap sosialisasinya kepada masyarakat menawarkan aman, nyaman, sejahtera. Padahal, masih katanya, persoalan keamanan bukanlah tugas
dari Bupati melainkan tugas Kepolisian. "Ini kan sama saja melecehkan institusi Kepolisian," katanya.(Feaby)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...