Selasa, 04 September 2012

SMAN ABUNG TINGGI TAK MILIKI GURU PNS


Kotabumi, HL – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri Abung Tinggi, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara, Syamsuddin mengharapkan Pemerintah Kabupaten setempat untuk dapat segera menempatkan sejumlah guru PNS disekolahnya. Sebab, hingga kini sekolah yang dipimpinnya belum memiliki satu orang pun guru yang berstatus PNS.

“Sejak berdiri pada tahun 2010 lalu, sekolah ini belum memiliki seorang pun guru PNS. Akhirnya, sekolah mengambil kebijakan untuk merekrut tenaga honor,” terang dia, diruangannya, Selasa (4/9).

Jika harapan itu terpenuhi, kata dia, maka kualitas pendidikan disekolah SMAN tersebut akan dapat lebih meningkat. Disamping itu, dengan adanya guru PNS maka akan memperingan beban pihak sekolah dan Komite yang setiap bulannya mesti menggaji para guru honorer. 

“Minimal Pemkab dapat menempatkan guru PNS untuk 16 mata pelajaran disekolah ini agar kualitas pendidikan di SMAN ini dapat semakin lebih baik,” Beber dia.
 
Selain mengharapkan penempatan guru PNS disekolahnya, Syamsuddin juga mengharapkan Pemkab setempat dapat lebih memperhatikan sarana dan prasarana disekolahnya seperti tidak adanya dana operasional sekolah dari Pemerintah, minimnya jumlah meubeler, ruang Laboratorium, serta sejumlah unit komputer untuk menunjang proses Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM). Tidak adanya ruang laboratorium berikut peralatannya menyebabkan para siswa disekolahnya tidak pernah melakukan praktek terutama dalam pelajaran IPA. 

“Kita tidak pernah melakukan praktek. Mau gimana, laboratorium dan peralatannya tidak tersedia. Sementara mengenai jumlah bangku dan meja kursi disini yang tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada, pihaknya terpaksa meminjam meja dan kursi sebanyak 87 buah kepada SDN yang sudah tidak beroperasi alias tutup. Semua meja dan kursi itu diperuntukan untuk siswa kelas X. Selain itu, kita juga meminjam sejumlah meja dan kursi untuk para guru karena meja dan kursi untuk para guru hanya ada lima buah,” ujarnya seraya menerangkan bahwa saat ini sekolahnya memiliki 258 siswa dengan rincian jumlah siswa kelas X sebanyak 87, siswa kelas XII sebanyak 83, serta 88 siswa kelas XIII.

Mirisnya, dirinya mengaku telah beberapa kali melaporkan persoalan ini kepada Dinas Pendidikan Lampura tapi hingga kini laporan tersebut belum ada tindaklanjutnya. “Kita telah laporkan ini kepada Dinas Pendidikan. Mereka hanya meminta saya untuk bersabar hingga tahun 2013. Padahal kebutuhan meubeler serta sarana pendukung lainnya ini sangatlah mendesak untuk segera direalisasikan,” urainya. 

Sementara hingga berita ini dilansir, Kepala Dinas Pendidikan Lampura, Zulkarnain tak berhasil dikonfirmasi.HLD-28

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...