Senin, 05 November 2012

KEPSEK SMKN 1 : HANYA MISS KOMUNIKASI


Kotabumi, HL - Kepala SMK N 1 Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), Syamsi menyatakan bahwa, aksi mogok belajar yang dilakukan anak didiknya pada Sabtu (3/11) silam hanya merupakan kesalahpahaman semata. 

“Mereka mengajukan proposal untuk ikut turnamen, tapi tidak saya akomdir proposal itu. Karena, saya menilai turnamen itu tidak jelas kegiatannya,” kata dia, Senin, diruangannya, (5/11).

Sementara mengenai pungutan daftar ulang sebesar Rp. 2 juta yang dipersoalkan siswa kelas XI, Syamsi berdalih bahwa besaran pungutan itu yang merupakan hasil keputusan rapat antara komite dengan para wali murid memang tidak termasuk pembelian kaos olahraga. “Itu hasil rapat komite, bukan pihak sekolah yang menetukan besaran pungutan,” ujarnya.

Ditanya tentang sanksi apa yang akan diberikan kepada para peserta mogok belajar tersebut, dirinya memastikan bahwa pihaknya tidak akan memberikan sanksi apapun kepada siswanya tersebut. Dikarenakan dirinya menilai bahwa peristiwa itu juga merupakan salah satu pembelajaran baik bagi dirinya dan siswanya.

Ditempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan setempat, Zulkarnain ketika dikonfirmasi terkait aksi mogok belajar yang dilakukan sejumlah murid SMKN 1 Kotabumi menegaskan melakukan pemanggilan kepada Kepala SMKN 1 tersebut. “Saya ingin tahu penyebab musabab persoalan ini yang membuat aksi mogok belajar itu terjadi,” tegas dia seraya menjelaskan kemungkinan adanya aktor dibalik aksi mogok belajar para siswa tersebut.

Sebelumnya, sejumlah pelajar kelas XI dan XII, SMK Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara (Lampura) menggelar aksi mogok belajar, Sabtu (3/11), pukul 09.00 Wib. Aksi mogok belajar para murid Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) itu, ditengarai pihak sekolah memungut biaya yang mahal, serta kebijakan Kepala Sekolah (Kepsek), Syamsi,  yang dinilai tidak memikirkan kemajuan sekolah. tersebut.

“Kami tidak suka dengan kebijakan Kepsek. Mengapa seorang pimpinan sekolah berbicara yang tak selayaknya dikatakan oleh seorang pemimpin,” ujar Andi pratomo alias Falen,  salah satu perwakilan siswa yang melakukan aksi tersebut.

Dijelaskannya, kebijakan Kepsek yang disesali mereka yaitu melarang siswa dan guru untuk memikirkan majunya sekolah tersebut,”Kalau kami para siswa dan guru dilarang untuk memajukan sekolah kami ini, lalu siapa lagi. Sedangkan Kepseknya saja tidak pernah berfikir untuk memajukan sekolah ini,"jelasnya, seraya mengatakan meminta Kepsek untuk diganti

Salah seorang perwakilan siswa yang tidak ingin disebutkan namanya, menjelaskan alasan lain mereka melakukan aksi mogok belajar karena Kepsek yang tidak merealisasikan proposal turnament yang diajukan para siswa,"Kelas XI bayar daftar ulang Rp 2 juta tetapi tidak mendapatkan baju olahraga,” urainya.HLD-28

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...