Selasa, 13 November 2012

JUMLAH PENDERITA HIV LAMPURA MENINGKAT TAJAM

Kotabumi, SL – Jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus atau yang lebih dikenal dengan  (HIV) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terus meningkat tajam. Dimana pada bulan Juni lalu, jumlahnya baru mencapai 32 orang. Kini, jumlah tersebut bertambah menjadi 36 orang. Artinya, dalam tiap bulannya, terjadi penambahan satu orang penderita baru diwilayah Lampura. 

 Pelaksana tugas (Plt) Kasie Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan setempat membenarkan ihwal tersebut.

“Pada Juni 2012, jumlahnya ada 32 orang. Sekarang meningkat menjadi 36 orang. Dan jumlah tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 29 orang” katanya, Minggu (11/11).

 Menurutnya, kebanyakan penderita berada pada usia produktif yakni usia 24 – 34 tahun. Selain itu, penyebaran penyakit yang belum ada obatnya hingga kini tersebut berasal dari para pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik. “Namun ada juga mereka yang terjangkit akibat seks bebas,” urainya.

 Plt. Muda ini juga membeberkan bahwa lokasi penyebaran penyakit berbahaya itu tidak hanya terjadi daerah perkotaan tapi juga terjadi diwilayah Kecamatan. Namun, mayoritas penderita penyakit itu berada didaerah perkotaan. “Penderita terbanyak di wilayah perkotaan," jelasnya. 

Dirinya menyebutkan bahwa para penderita HIV/AIDS takut tampil ke publik dan tidak memiliki keberanian melakukan pemeriksaan di klinik VCT. Padahal, lanjut dia, dengan melakukan pemeriksaan, para penderita akan mendapat informasi tentang HIV seluruhnya. Disamping itu, kerahasiaan pasien akan sangat terjaga, dan tidak perlu kuatir identitasnya dapat diketahui khalayak luas

 "Diklinik tersebut kerahasiaan pasien sangat terjaga, dan tidak perlu kuatir identitasnya dapat diketahui khalayak luas,” terang dia seraya menjelaskan bahwa HIV tidak menyebar melalui alat minum bersamaan, hidup bersama tanpa melakukan seks, serta tidak menyebar melalui gigitan nyamuk.

 Untuk menekan tingginya angka penderita HIV/AIDS di Lampura, imbuh dia, pihaknya akan  bekerjasama dengan pihak terkait guna melakukan penyuluhan tentang virus mematikan tersebut kepada sekolah - sekolah.

Hal ini berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI No.PM.01.06/III.2/1143, tentang upaya peningkatan pengetahuan komprehensif HIV-AIDS penduduk usia 15-24 tahun dari hasil Riskesda tahun 2010, bahwa tingkat pengetahuan remaja diusia tersebut tentang HIV/AIDS masih sangat rendah, yakni hanya 11,14 %. “Kami akan melakukan penyuluhan ke 14 sekolah, baik SMA maupun SMK yang ada di Lampura ini,” tutup Ibnu.(Feaby)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...