Kotabumi (SL) - DPRD Lampung
Utara (Lampura), Senin (19/11) menerima kunjungan Komisi I DPRD Kota Padang.
Kedatangan rombongan DPRD Kota Padang tersebut bertujuan untuk mempelajari
budaya dan adat masyarakat Lampung dan Lampura khususnya sebagai salah satu
bahan referensi pihaknya dalam penyusunan Raperda pemberdayaan, pelestarian, pengembangan,
adat istiadat didaerahnya.
Rombongan tersebut terdiri dari
Ketua Komisi I, Idra, SH (), Wakil Ketua, Rahayu Purwanto, Sekretaris,
Jafri,S.Ag, serta anggota komisi lainnya yakni Ilham Maulana, Umardi Taher,
Osman Ayub, Yulisman, Noveri, M.Dinul Akbar dan MHD. Fauzi. Kesepeluh
legislator asal Kota Padang ini diterima oleh Sekretaris DPRD Lampura,
Syahrizal Adhar dan Kabag Umum Gunawan, didiruang rapat Sekretariat DPRD
setempat. Sebab, seluruh anggota DPRD Lampura saat ini sedang tidak berada
ditempat karena sedang melakukan Bimbingan Teknis di Jakarta.
“Kedatangan rombongan ini adalah
untuk mempelajari adat istiadat masyarakat Lampung Utara sebagai pembanding
guna diterapkan diwilayah Kota Padang terkait rencana usul inisiatif dewan
setempat dalam rangka penerbitan Raperda Adat-Istiadat Kota Padang,” kata Ketua
Komisi I DPRD Kota Padang, Idra.
Dirinya menjelaskan alasan dipilihnya
Lampung Utara sebagai bahan referensi lantaran pihaknya mengetahui jika
Kabupaten Lampura telah memiliki Perda Tentang Adat Istiadat. “Untuk itu, kita
belajar kesini (Lampung Utara),” terangnya.
Selain itu, katanya lagi, alasan
lainnya terpilihnya Lampura sebagai pembanding karena adat budaya Lampura
sangat kental dinilai memiliki kesamaan dengan Kota Padang. “Sebelum masuk
dalam pembahasan tentang usul inisiatif dewan ini, maka kami melakukan study
banding ke Lampung Utara,” ucap dia.
Legislator muda asal bumi Malin
Kundang ini mengatakan, dari hasil pertemuaan pihaknya dengan DPRD Lampura
ternyata beberapa criteria adat Lampura tidak jauh berbeda dengan adat di Kota Padang .
“Ternyata, adat masyarakat
Lampung Utara sangat kental serta terlaksana dengan baik. Ini akan menjadi
acuan DPRD Kota Padang dalam membahas usul inisiatif,” katanya.
Sementara Sekretaris Dewan (Sekwan) Syahrizal Adhar mengatakan, pihaknya sebagai tuan rumah dalam pertemuan tersebut hanya menyiapkan perda yang sudah ada yakni Perda 13 Tahun 2000 Tentang Adat Istiadat agar dapat menjadi acuan dan referensi untuk pembuatan perda bagi masyarakat adat di kota padang.
Sementara Sekretaris Dewan (Sekwan) Syahrizal Adhar mengatakan, pihaknya sebagai tuan rumah dalam pertemuan tersebut hanya menyiapkan perda yang sudah ada yakni Perda 13 Tahun 2000 Tentang Adat Istiadat agar dapat menjadi acuan dan referensi untuk pembuatan perda bagi masyarakat adat di kota padang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar