Selasa, 21 Januari 2014

TIDAK LAGI LOYAL, BUPATI SINDIR BAWAHANNYA



Kotabumi (SL) - Bupati Zainal Abidin menyindir habis - habisan pejabatnya yang menerapkan politik 'muka dua' dalam pemerintahannya. Sebab, banyak diantara pejabat yang ia angkat telah berangsur - angsur meninggalkannya pasca kekalahannya dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) pada September 2013 silam.

"(Jangankan) silahturahmi, menelepon saja sudah tidak mau," keluhnya dalam acara serah terima jabatan 'massal' pejabat Eselon II dan III, diaula Pemerintahan Kabupaten, Selasa (21/1).
Kondisi ini berbanding terbalik saat dirinya sebelum pemenang Pemilukada diumumkan. Jika biasanya, dalam satu hari saja, para bawahannya dapat menghubungi dirinya lebih dari lima kali maka saat ini, para bawahannya banyak yang menghilang bak ditelan bumi. "Kalau dulu, sehari (para pejabat) bisa telpon saya lebih dari lima kali, sekarang tidak ada lagi," beber dia.

Meski mengakui bahwa hal itu lumrah adanya, namun ia menyatakan sedianya setiap pejabat publik itu tetap loyal kepada pimpinannya hingga habis masa jabatan sang pimpinannya. Dimana akhir masa jabatan Bupati Zainal Abidin sendiri berakhir pada tanggal 25 Maret atau dengan kata lain masih dua bulan lagi. "Sampai tanggal 25 harus loyal sama Bupati lama. Kalau sudah ganti, harus loyal dengan yang baru," tegas dia seraya menambahkan, ia mengetahui persis mana saja pejabat yang masih loyal atau tidak.

Secara tersirat ia menyatakan banyak diantara pejabatnya yang tidak tahu balas budi meski jabatan yang mereka peroleh itu hasil pemberiannya. Tanpa dirinya, mereka tak akan mendapat jabatan beserta tunjangan - tunjangannya seperti yang dirasakan saat ini. "Sebetulnya harus terima kasih!!. Siapa yang berikan tunjangan jabatan?. Kalau tidak ada jabatan, mana ada tunjangan jabatan," tukasnya sengit.

Orang nomor satu Lampura ini mengaku telah legowo atas kekalahan dirinya dalam Pemilukada belum lama ini dan mulai berpikir positif tentang kekalahannya itu. Tapi kendati mengaku telah legowo atas hasil Pemilukada namun ia menyatakan masih terdapat ganjalan didalam hatinya lantaran dalam tahapan Pemilukada lalu itu ia acap kali dijelek - jelekan oleh kompetitornya. "Menang atau kalah itu biasa dalam dinamika berdemokrasi. Tapi, yang jadi ganjalan saya, ternyata orang lain sering fitnah saya," sergahnya.

Bupati Zainal Abidin juga menyoroti kisruh rolling yang belum lama ini dilakukan oleh pihaknya terutama ancaman oleh salah satu bawahannya yang mengancam akan mengugat persoalan itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Sebab apa yang dilakukannya telah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada. “Jabatan itu hak Bupati. Mau saya pakai atau tidak. (Harusnya) terima kasih sama saya. Silahkan kalau mau bawa ini ke ranah hukum,” tuntas dia.

Sebelumnya, rolling pejabat Eselon II dan III dilingkungan Pemkab terbilang cukup kontroversial lantaran panen kritikan baik dari dalam kalangan birokrat maupun kalangan luar seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bahkan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Efrizal Arsyad mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum bila tidak segera membatalkan kebijakan rolling itu. Karena ia menilai rolling kali ini batal demi hukum karena tidak sesuai dengan mekanisme yang ada alias  cacat hukum. "Roling kali ini cacat hukum dan batal demi hukum," kata dia.(Feaby)

1 komentar:

  1. ya,,,yang sabar pak Bupati, inilah contoh kita kalau berharap ke manusia, pasrahkan kepada sang pencipta,,,,,,

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...