Selasa, 03 Desember 2013

RAPBD LAMPURA DEFISIT 16 MILIAR



Kotabumi (SL) – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Lampung Utara (Lampura) tahun anggaran 2014 mengalami defisit sebesar Rp. 16,225 Miliar. Hal ini terungkap dalam rapat paripurna pengesahan Rancangan APBD Lampura digedung DPRD setempat, Selasa (3/12).

Bahkan, dalam paripurna tersebut juga terungkap bahwa sekitar 65 persen RAPBD Lampura tahun 2014 mendatang hanya dihabiskan untuk membayar gaji para PNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Dari total RAPBD Lampura tahun anggaran 2014 yang mencapai Rp. 1.1 Triliun, Rp. 750 miliarnya dihabiskan untuk menggaji PNS Lampura. Praktis, anggaran yang disediakan oleh Pemkab setempat untuk pembangunan hanya tersisa sekitar 35 persen saja.

Ketua Panitia Kerja (Panja) Anggaran DPRD setempat, Herwan Mega usai rapat paripurna tersebut membenarkan bahwa RAPBD Lampura tahun 2014 mendatang mengalami defisit sebesar Rp. 16, 225 Miliar. "Benar defisit. Defisitnya sekitar 16 miliar," kata Herwan, Selasa (3/12).

Menurut politisi asal Partai Demokrat ini, defisit anggaran dalam APBD Lampura 2014 mendatang ditutup dengan Sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya. “Defisit anggaran tahun ini akan ditutup dengan Silpa pada anggaran tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sayangnya, saat didesak berapa nilai Silpa APBD tahun sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD Lampura ini mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlahnya. “Saya belum jelas berapa Silpa kita. Yang jelas, APBD kita memiliki Silpa,” ucapnya.

Sementara, saat dimintai pendapatnya mengenai dampak besarnya alokasi anggaran untuk membayar gaji PNS Lampura terhadap pembangunan di Lampura mendatang, Herwan mengaku pesimis bila pembangunan di Lampura akan berjalan maksimal. Hal ini dikarenakan, anggaran yang tersisa untuk pembangunan hanya sekitar 35 persen. “Benar, 65 persen atau 750 Miliar dana APBD dihabiskan untuk membayar gaji PNS kita,” terangnya lagi.

Ditempat berbeda, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab setempat, Budi T. Tamin juga tak menampik bila RAPBD Lampura tahun anggaran 2013 mendatang mengalami defisit sebesar Rp. 16 miliar. Akan tetapi menurut Budi, defisit anggaran tersebut akan tertutupi dengan Silpa yang ada. Dimana dana Silpa itu mencapai Rp. 21 Miliar. “Defisitnya akan ditutupi dengan Silpa yang ada,” tutup pria kalem ini.(Feaby)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...