Kamis, 26 April 2012

ENAM GURU HONOR MALANG DATANGI INSPEKTORAT

Kotabumi, HL - Kisah enam guru honor malang SDN Sekipi Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara yang dipecat oleh Kepala Sekolahnya mulai menjadi perhatian semua pihak. Setelah sebelumnya mengadu ke Ketua DPRD Lampura, kini keenam guru tersebut mengadukan persoalan yang menimpa mereka ke Inspektorat Lampura, Rabu (25/4).
Dengan wajah lesu dan baju yang basah penuh keringat, keenam guru malang tersebut mendatangi kantor Inspektorat sekira pukul 09:45 WIB. Sayangnya mereka harus menunggu terlebih dahulu lantaran sang Inspektur sedang tidak ada ditempat. 

“Maaf, bapak sedang tidak ditempat. Silahkan tunggu sebentar, mungkin tidak lama lagi bapak datang,” ujar Yepri, salah seorang staf Inspektorat. 


Raut gelisah mulai terpancar diwajah keenam guru tersebut dan mulai ragu untuk terus menunggu karena hingga hampir satu jam menunggu, sang Inspektur belum juga datang. 

Saat waktu menunjukan pukul 11:00 WIB, kegelisahan itu mendadak sirna ketika sang Inspektur tiba. “Mau menghadap saya ya?. Mohon tunggu sebentar,” katanya singkat. Selang berapa menit, keenam guru malang itu akhirnya diterima dengan ramah oleh Inspektur Syaiful Dermawan.

Dalam pertemuan singkat antara Inspektur dan keenam guru honor tersebut, diketahui bahwa keenam guru malang itu menginginkan agar dapat kembali bekerja. Disamping itu, mereka (guru honor, red) mengharapkan akan ada tindakan tegas yang dapat dilakukan Inspektorat dalam menangani sikap arogan yang dipertontonkan oleh Kepala SDN Sekipi, Masita Karnate. 

M. Yasmin ketika dikonfirmasi usai pertemuan singkat itu menerangkan bahwa kedatanngan dirinya beserta kelima rekannya ke kantor Inspektorat adalah untuk melaporkan tindakan Kepala Sekolahnya yang telah memecat mereka. 

“Kami juga ingin melaporkan kepada bapak Inspektur atas tindakan pemalsuan tanda tangan kami yang dilakukan Masita dalam laporan SPj gaji guru honor tahun 2011 lalu,” paparnya. 

Pria yang berperawakan kurus ini juga menambahkan, Kepala Sekolah (Kepsek) sempat mengirimkan pesan singkat dengan bahasa daerah kepada rekannya yang bernama Fiburni terkait persoalan ini yang menantang mereka untuk mengadukan persoalan ini kepada Bupati Zainal Abidin.

“Dalam pesan singkat itu tertulis “Ni, kamu guk ini lah ketemu Bupati blm. Kl blm, cakaghi pule ajak Yasmin (Ni kamu orang sudah nemuin Bupati belum, kalau belum cari juga ajak Yasmin, red),” jelas Yasmin.

Sementara, Inspektur Syaiful Dermawan mengaku sangat prihatin atas terjadinya nasib keenam guru honor SDN Sekipi dan berjanji akan segera membentuk tim pemeriksaan khusus terkait persoalan ini. “Kita akan buat tim pemeriksaan khusus (Riksus)guna menyelidiki akar persoalan sebenarnya yang menimpa mereka hingga keenam guru tersebut harus dipecat,” katanya.

Ia menambahkan pihaknya harus mengajukan Surat Perintah Tugas (SPT) kepada Bupati terlebih dahulu sebagai landasan dibentuk dan bekerjanya tim Riksus. “Hari ini juga kami akan ajukan SPT itu kepada Bupati,” pungkas dia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...