Kotabumi
(SL) - Polres Lampung Utara (Lampura) membekuk dua tersangka pencurian sapi,
Sabtu (16/11) sekitar pukul 04.00 WIB. Kedua pelaku itu yakni Edi Sopiyan (37),
warga Desa Cempaka, Sungkai Jaya, Lampura, dan Japarudin (35), warga Desa
Bojong Barat, Kotabumi, Lampura.
Para tersangka ditangkap hanya selang dua jam setelah menjalankan aksi pencurian seekor sapi dikandang milik Pardi, warga Desa Talang Harapan, kotabumi Udik, Kotabumi, Lampura, sekira pukul 02.00 WIB. Selain para tersangka, pihak Kepolisian juga turut mengamankan sejumlah barang bukti satu ekor sapi betina dan sebilah senjata tajam (Sajam) yang digunakan pelaku. "Tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban," kata Kasat Reskrim Polres setempat, AKP. Bunyamin, Sabtu (16/11).
Para tersangka ditangkap hanya selang dua jam setelah menjalankan aksi pencurian seekor sapi dikandang milik Pardi, warga Desa Talang Harapan, kotabumi Udik, Kotabumi, Lampura, sekira pukul 02.00 WIB. Selain para tersangka, pihak Kepolisian juga turut mengamankan sejumlah barang bukti satu ekor sapi betina dan sebilah senjata tajam (Sajam) yang digunakan pelaku. "Tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban," kata Kasat Reskrim Polres setempat, AKP. Bunyamin, Sabtu (16/11).
Adapun
modus operandi yang digunakan para pelaku yakni dengan cara masuk ke kandang
dan melepas tali yang terikat dikandang. Setelah itu, sapi curian itu dibawa
berjalan kaki ke sebuah kebun yang berada di Desa tersebut. Tak berapa lama
kemudian, sang pemilik hewan ternak itu terbangun lantaran suara sapi yang
kerap didengarnya setiap malam tidak terdengar lagi. Menyadari sapinya telah
tercuri, korban yang dibantu warga menyisir lokasi sekitar Desa untuk mencari
keberadaan sapi tersebut. "Setelah kami dapat laporan tentang pencurian
sapi, anggota kami langsung bergerak dan berhasil mengantongi identitas serta
menangkapnya," terang dia.
Sayangnya, ketika disergap, dua rekan tersangka berhasil meloloskan diri. Sementara, dua tersangka lainnya berhasil diamankan. Salah satu tersangka yang ditangkap terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dikarenakan melakukan perlawanan saat akan ditangkap. "Masih ada dua pelaku lain selain kedua tersangka tersebut dan saat ini masih dalam pengejaran. Satu orang Tersangka terpaksa kita lumpuhkan karena tersangka melawan saat akan ditangkap," ungkapnya.
Akibat tindakannya, kedua pelaku terancam mendekam dijeruji besi Polres setempat selama 7 tahun. "Kita akan jerat para tersangka dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara," tutup dia.
Sayangnya, ketika disergap, dua rekan tersangka berhasil meloloskan diri. Sementara, dua tersangka lainnya berhasil diamankan. Salah satu tersangka yang ditangkap terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dikarenakan melakukan perlawanan saat akan ditangkap. "Masih ada dua pelaku lain selain kedua tersangka tersebut dan saat ini masih dalam pengejaran. Satu orang Tersangka terpaksa kita lumpuhkan karena tersangka melawan saat akan ditangkap," ungkapnya.
Akibat tindakannya, kedua pelaku terancam mendekam dijeruji besi Polres setempat selama 7 tahun. "Kita akan jerat para tersangka dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara," tutup dia.
Sementara,
tersangka Edi sopiyan mengakui telah melakukan pencurian sapi tersebut bersama
keempat rekannya. Dimana menurut tersangka, saat itu kandang sapi milik Pardi
sedang dalam keadaan tidak terkunci. Sapi curian itu direncanakan akan dijual
para tersangka dengan harga Rp. 4 juta. "Saya yang membawa sapi itu dengan
berjalan kaki ke Desa Bojong Barat. Rencananya, uang hasil jual sapi itu akan
kami bagi untuk memenuhi kebutuhan hidup kami masing - masing," kata
dia.(Feaby)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar