Senin, 11 November 2013

3 TAHUN PENDERITA HYDROCHEPALUS DICUEKI PEMKAB



Kotabumi (SL) – Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) terhadap warganya dibidang kesehatan patut dipertanyakan. Terbukti, M. Akdalian (3), penderita penyakit hydrochepalus luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Pasalnya, meski penyakit itu dideritanya sejak lahir, namun hingga kini tak pernah sekali pun Pemkab setempat mengulurkan tangan membantu sang balita tersebut. Padahal, lokasi kediaman sang balita yang berada di Jalan Pangeran Jinul RT 03  RW 03 Kelurahan  Rejosari, Kecamatan Kotabumi hanya berjarak sekitar 1 Kilo meter saja dari pusat pemerintahan Pemkab setempat.


Akibat dari penyakit yang diidapnya itu, kepala putra bungsu dari pasangan  Triono (30) dan Sri Wahyuni (25) terus membesar dan tidak mempunyai bola mata dibagian sebelah kiri. Penghasilan yang rendah dari orang tuanya yang hanya berprofesi sebagai pencatat meteran listrik membuat M. Akdalian tidak mendapat perawatan yang layak. Kondisi ini semakin diperparah dengan tidak masuknya sang balita sebagai peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

“Selama umur 3 tahun, anak kami (Akdalian) hanya baru sekali dioperasi ketika berumur 3 bulan. Sedangkan untuk biaya rutin perawatan tidak ada sama sekali karena kami tidak ada biaya,” tutur Sri, ibu sang balita, Senin (11/11).

Ibu muda ini mengaku tak mampu berbuat apa – apa untuk mengobati sang putra kesayangannya itu dikarenakan perekonomian mereka hanya ala kadarnya saja. Satu – satunya upaya untuk meringankan biaya operasi sang putranya yakni melalui kartu Jamkesmas pun kandas. “Kami tidak punya kartu Jamkesmas. Selama ini, biaya operasi kami dapat dari sumbangan keluarga,” kisahnya dengan mata berkaca – kaca.

Penderitaan sang balita ternyata tidak hanya berhenti disitu saja. Sebab, akibat penyakit itu, balita itu hanya mampu mengkonsumsi susu bubuk saja lantaran mulutnya tidak dapat menerima makanan ataupun minuman lain.   

“Anak saya hanya bias makan atau minum dengan susu bubuk. Dia tidak mau minum-minuman selain susu. Air putih pu ia tidak mau,” jelas sang ibu.

Sri berharap, Pemkab Lampura dapat mengulurkan bantuan kepada putra kesayangannya itu agar putra tersebut dapat sembuh dari penyakitnya. “Kami minta para pejabat Lampura dan para dermawan sudi membantu pengobata anak saya,” pintanya.(Feaby)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...