Minggu, 10 November 2013

HOREEEE...JEMBATAN GANTUNG KOTA ALAM DIRUBAH PERMANEN



Kotabumi (SL) – Sepertinya keinginan masyarakat Kota Alam, Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura) untuk memiliki jembatan permanen bakal segera terwujud. Kepastian tersebut didapat setelah sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat meninjau langsung lokasi jembatan gantung yang selama ini tak pernah disentuh pembangunan, Jum’at (8/11).


Para pejabat yag datang ke lokasi jembatan yang menghubungkan LK V dan LK III Kota Alam tersebut diantaranya Asisten II, Azwar Yazid, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Hendri US, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampura, Budi Tamin, serta Kasi Pembangunan dan Pemeliharaan Jembatan Dinas PU setempat, Indi. 

Selain melakukan peninjauan lokasi jembatan gantung yang kondisinya cukup memprihatinkan, para pejabat itu juga menyusuri jalan setapak yang kerap dilalui para pelajar sebagai akses satu – satunya menuju lokasi jembatan tersebut.

“Tahun 2014, jembatan itu akan kita rubah menjadi jembatan permanen,” kata Asisten II Pemkab  setempat, Azwar Yazid usai peninjauan, Jum’at (8/11).

Kendati begitu, jembatan permanen yang akan dibangun tersebut, nantinya hanya diperuntukan bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki saja dan tidak memungkinkan digunakan oleh kendaraan roda empat. “Untuk akses jalan akan dibangun paping blok mengingat jalan itu melintasi dua areal perkebunan, kemudian pemakaman dan rumah warga serta tembok belakang MTs 1 Negeri milik Kementerian Agama. Jadi jika akan dibangun jalan hotmik tentunya harus ada pembebasan lahan,” imbuh dia seraya memastikan pembangunan jembatan akan dialokasikan melalui APBD 2014.

Kasi Pemeliharaan dan Pembangunan Jembatan Dinas PU Lampura, Indi menambahkan bahwa besaran biaya yang akan dihabiskan dalam pembangunan jembatan tersebut mendatang diperkirakan mencapai Rp. 300 Juta. “Kita perkirakan pembangunan jembatan ini bakal menelan sekitar Rp. 300 juta,” jelasnya singkat.

Ditempat yang sama, Helmi Effendy, warga sekitar yang turut hadir dalam peninjauan tersebut menyambut baik rencana pembangunan jembatan permanen di daerahnya. Sebab, hal tersebut merupakan keinginan terpendam masyarakat sejak dahulu. “Jalan ini akses utama para pelajar baik dari atau ke Kota Alam dan sekitarnya. Tentu, kita sangat berterima kasih sekali bila pembangunan itu dapat segera terwujud,” tutup pria paruh baya ini.

Sebelumnya, Jembatan Gantung yang menghubungkan LK V dan LK III, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura) menjadi saksi nyata ketimpangan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten setempat.
Betapa tidak. Meski berada didaerah perkotaan, tapi sejak tahun 1970 jembatan yang selalu digunakan sebagai jalur alternatif oleh ratusan pelajar SD – SMA dan para pedagang yang mayoritas berasal dari ekonomi lemah. Pemkab setempat lebih mementingkan pembangunan yang bersifat simbolik yang tidak efektif dan efisien seperti pembangunan Tugu Payan Mas, Tugu Alamsyah Ratu Prawira Negara, pembangunan gedung Pusiban Agung yang baru ketimbang membangun jembatan permanen bagi masyarakatnya.
Parahnya lagi, sejak pertama kali dibangun yakni pada tahun 1970 hingga mengalami perubahan menjadi jembatan gantung seperti saat ini, pembangunan jembatan itu berasal dari dana swadaya masyarakat setempat tanpa campur tangan atau bantuan dari Pemkab setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam setiap harinya, tidak kurang dari 300 pelajar dan pedagang yang menggunakan jembatan tersebut. Sebab, posisi jembatan tersebut sangat strategis lantaran berada didekat sejumlah SD, SMP dan SMA diantaranya SD Xaverius, SD 8 Tanjung Aman, SD 4 Kota Alam, SD 2 Kota Alam, MIN I, SMPN 3, SMA 4.
Sementara pantauan dilokasi, kondisi jembatan gantung itu mulai sangat memprihatinkan. Pasalnya, beberapa kayu bantalan dan papan lantai mulai lapuk dimakan usia sehingga mengancam keselamatan para penggunanya.(Feaby)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...