Rabu, 23 Oktober 2013

PENCURI GONDOL SEPERANGKAT ALAT KOMPUTER DPRD LAMPURA



Kotabumi (SL) – Aneh bin ajaib. Begitulah yang terjadi dibalik aksi pencurian seperangkat alat komputer di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lampung Utara, Rabu (23/10).

Betapa tidak. Seperangkat alat komputer seperti satu unit CPU, LCD Monitor ukuran 17 inch, printer, speaker aktif, printer hilang dari ruangan Kasubag Pengadaan, Pemeliharaan dan Pengelolaan Aset, DPRD Lampura, Begawan Akbar Gunawan tanpa ada kerusakan dijendela maupun pintu ruangan tersebut. Keanehan lainnya yakni sang pencuri hanya menggondol satu unit CPU tersebut yang berisikan dokumen penting DPRD Lampura. Sementara, tepat diruangan tersebut sedikitnya terdapat dua unit Komputer lengkap dengan printernya.
"Saya tidak tahu kejadian persisnya seperti apa. Tapi yang jelas, satu unit CPU, LCD Monitor ukuran 17 inch, printer, speaker aktif, printer hilang dari ruangan itu," kata salah satu pegawai DPRD setempat, Adi Awang, Rabu (23/10).
 
Menurutnya, dirinya mengetahui aksi pencurian itu saat dirinya masuk kantor sekitar pukul 09:00 WIB. Awalnya, dirinya menduga bila barang tersebut tidak digondol oleh pencuri melainkan hanya dibawa oleh pegawai DPRD yang lembur kerja. "Tapi saat saya tanya kepada pegawai disini, mereka tidak tahu keberadaan seperangkat komputer tersebut," ungkapnya.

Ia menuturkan, selain dirinya, kunci ruangan tersebut juga dipegang oleh Prasetyo, Regent dan Begawan selaku pemilik ruangan. Ruangan itu sendiri, setiap harinya selalu dikunci oleh keempat empat orang pemegang kunci tersebut. “Komputer itu berisi tentang surat menyurat mengenai kegiatan di bagian perlengkapan. Namun, data yang berada di perangkat elektronik ini sebagian sudah di back up,” terang dia.‎

Ditempat berbeda, Aipda. Suroto, anggota Identifikasi Polres Lampura membenarkan bila dalam pencurian tersebut tidak ada satu pun pintu maupun jendela yang mengalami kerusakan. Berdasarkan keterangan sementara, imbuhnya, kunci ruangan tersebut dipegang oleh setidaknya lima orang pegawai. Ia juga mengaku kesulitan dalam emngambil sidk jari sang pelaku lantaran ruangan tersebut telah dibersihkan. “Pintu beserta jendela tidak ada yang rusak. (Sayangnya), Saat kami ingin olah TKP ruangan sudah dibersihkan, jadi kesulitan untuk mengambil sidik jari," pungkas dia.(Feaby)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...