Senin, 01 Juli 2013

RAMPAS MOTOR FAHROZI, RIDO DIBEKUK POLISI


Kotabumi (SL) - Marido alias Rido (27) warga Desa Candimas, Abung Selatan, Kabupaten  Lampung Utara, terpaksa berurusan dengan kepolisian. Pasalnya, pria yang bekerja di salah satu perusahaan operator seluler, diduga melakukan tindak pencurian motor dengan kekerasan, terhadap Fahrozi, warga Sukung, Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, Kamis (27/6) sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut keterangan korban, saat itu dirinya sedang mengendarai  sepeda motor, Yamaha Vega R, BE 6154 JD, hendak ke rumah Sugimin, di Kembang Tanjung, Abung Selatan. Dijalan tersebut, kendaraan korban langsung ditabrak oleh mobil berpelat B 9556 PAB Suzuki Carry Pick Up warna biru yang dikendarai Rido dan rekannya. "Satu pelaku langsung turun dari mobil dan menodongkan senpi. Sedangkan lainnya (Rido) masih didalam mobil," bebernya.


Akibatnya, korban harus merelakan tunggangan besi miliknya dibawa kabur rekan Rido. Sedangkan, Rido yang membawa mobil memutar kendaraannya. Naas, mobil tersebut menabrak pohon dijalan. Beruntung, disaat bersamaan ada petugas dari Polsek Abung Selatan, yang mendengar informasi langsung mengamankannya. "Korban langsung dibawa ke polsek," katanya.

Selain motor, terang Fahrozi, dirinya harus merelakan uang Rp 40 Juta, yang tersimpan didalam jok motor. Menurutnya, uang tersebut akan diserahkan kepada Sugimin, untuk membeli karet. "Sebelum kejadian Saya terlebih dahulu mengambil uang di Bank sebesar Rp 40 Juta," ujarnya.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Helmy Santika menjelaskan polisi langsung mengejar rekan pelaku yang melarikan diri. "Berdasarkan keterangan sementara dari pelaku, Rido melakukan aksinya bersama rekannya, L," ujarnya seraya mengatakan mendapat laporan tersebut, anggota Polres berikut Polsek langsung mengejar rekan pelaku.

Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap penangkapan Rido, apakah dirinya merupakan komplotan pencuri nasabah bank, atau bukan. "Kita terus dalami terhadap tersangka berapa kali melakukan kejahatan," bebernya.

Sementara, menurut Rido, dirinya mengaku hanya diajak rekannya. Pasalnya, ia pada hari ini akan ke Pakuon Ratu, Way Kanan untuk menagih. "Saya dijemput dengan L, dan disuruh bawa mobil," jelasnya. 

Ketika menyadari, mobil berjalan bukan kerah ke Pakuon, melainkan ke Kembang Tanjung, Ia sempat bertanya, tetapi justru di perintah tetap mengemudi. "Saya cuma disuruh jadi supir mobil aja pak," jelasnya.
 Setiba dilokasi, rekannya memerintahkan agar menabrak kendaraan korban. Tetapi, ia berusaha mengelak. Kemudinya, terusnya, sempat dipegang L, akibatnya korban terjatuh dari motor. Setelah itu Ia turun dan langsung nyuruh dirinya putar arah dan membawa mobil dengan kencang. "Karena mobil kencang, saat polisi tidur setir, dan hilang kendali. Akibatnya mobil menabrak pohon, dan warga serta polisi yang melihat saya langsung dibawa ke Polsek," katanya.(Feaby)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...