Rabu, 01 Oktober 2014

Terus Ditanya Perihal Wabup, Agung : Saya Pastikan Akhir Tahun Sudah Ada Wabup

Kotabumi (SL) - Teka - teki seputar sosok pengganti Wabup terpilih Paryadi yang telah mangkat baru akan terjawab pada penghujung tahun ini. Sebab, Bupati Agung Ilmu Mangkunegara berjanji persoalan Wabup akan segera terselesaikan paling lambat akhir tahun 2014.

“Saya pastikan kursi Wabup akan terisi paling lama akhir tahun ini," tandas bupati kepada sejumlah awak media, Rabu (25/9).

Agung beralasan keengganan dirinya untuk segera mengajukan dua nama calon Wabup pengganti pasangannya dalam 'pertarungan' Pemilukada (Pemilihan Umum Kepala Daerah) lalu dikarenakan ada hal yang lebih mendesak untuk segera diselesaikan oleh pemerintahannya. Persoalan itu yakni polemik Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) 2014 dan akan dilanjutkan dengan pembahasan RAPBD 2015. Sebagaimana yang diketahui, RAPBDP ini sendiri hingga kini masih terkatung - katung statusnya lantaran tak kunjung disahkan. Sementara batas waktu pengesahan RAPBDP jatuh pada tanggal 30 September ini.

Oleh karena itu, fokus utama pemerintahannya saat ini khususnya dirinya ialah bagaimana caranya RAPBDP ini dapat secepatnya disahkan. Karena tanpa pengesahan RAPBDP itu, laju pembangunan Lampura akan tersendat. "Saat ini kita tengah berkosentrasi untuk pengesahan RAPBDP dan RAPBD murni. Namun saya menggaransi, akhir tahun ini kita sudah ada wabup," tekannya lagi.

Meski menjanjikan kursi Wabup bakal terisi paling lambat akhir tahun ini, suami Endah Kartika Prajawati ini enggan berkomentar soal kriteria wajib yang harus dimiliki oleh sosok Wabup pendamping dirinya kelak. Agung malah menanggapi pertanyaan itu dengan guyonan dengan menyebutkan bahwa sosok Wabup dimaksud harus memiliki telinga, mata dan mulut. "maksudnya, yang punya telinga dan mata untuk mendengar dan melihat keluhan dan apa yang diinginkan masyarakat," ucap putra mantan Bupati Way Kanan ini.

Namun secara tersirat, Agung menyatakan bahwa dirinya sendiri yang akan memilih siapa sosok yang tepat pendamping dirinya selama lima tahun kedepan. Karena menurutnya, Bupati dan Wabup bak sepasang suami - isteri yang harus saling mengisi dan mengerti satu sama lain. "Biarkan saya cari jodoh sendiri. Jangan dijodoh - jodohkan," terang dia tanpa mau menyebutkan makna perkataannya.

Dilain sisi, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampura, Wansori mengaku bahwa polemik kursi Wabup  akan tetap menjadi PR (Pekerjaan Rumah) yang harus diselesaikan oleh DPRD Lampura. Sayangnya, pihaknya belum dapat menentukan langkah terkait ihwal dimaksud lantaran seluruh Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum juga terbentuk. "Soal Wabup, hal itu tetap menjadi PR kami," singkat dia.(Feaby)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...