Kamis, 29 November 2012

MANGKIR DARI TUGAS, TIGA ANGGOTA POLRES LAMPURA DIPECAR


Kotabumi (SL) – Lantaran tak indahkan peraturan kedinasan, tiga anggota Polres Lampung Utara (Lampura) dipecat dengan Tidak Hormat (PTDH). Keputusan tersebut berdasarkan hasil sidang kode etik yang digelar di Mapolres setempat, Kamis (29/11).

Mereka yang dipecat berinisial HT berpangkat Brigadir Polisi, Briptu WP, dan Aiptu IL Waka Polres Kompol Ruliandi Yunianto, usai memimpin sidang menjelaskan, ketiga anggota yang diberhentikan tersebut melanggar peraturan dan UU dikepolisian, bahkan satu dari ketiganya terlibat kasus pidana.

HERWAN MEGA : BONGKAR KALAU TIDAK SESUAI ATURAN


Kotabumi (SL) – Fraksi Demokrat (FD) DPRD Lampung Utara (Lampura) meminta eksekutif untuk membongkar Awning yang berada dipasar pagi, Kotabumi. Pasalnya, pembangunan awning pasar pagi, Kotabumi yang menghabiskan seluruh badan jalan dijalan Pemuda diduga melanggar peraturan yang berlaku.

"Kalau memang awning itu melanggar peraturan maka harus dibongkar. Tidak bisa diteruskan," sebut Sekretaris FD, Herwan Mega seusai sidang paripurna pemandangan umum Fraksi - Fraksi DPRD atas Rancangan APBD  Kabupaten Lampung Utara Tahun Anggaran 2013, Kamis (29/11).

Tidak hanya itu, anggota Komisi B DPRD Lampura ini juga mempertanyakan siapa sebenarnya pemilik awning bermasalah tersebut. Sebab, hingga kini semua pihak terkesan buang badan alias tidak ada yang mengakui kepemilikannya.

LEGISLATIF KRITIK RENOVASI KANTOR PEMKAB


Kotabumi (SL) - Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara yang merenovasi kantor dan pagar rumah dinas Bupati Lampung Utara (Lampura) mulai menuai kritikan kalangan legislatif setempat. Alasannya, kondisi kantor itu sendiri masih cukup layak sehingga belum pantas untuk dilakukan renovasi.

"Kalau menurut kami, (kantor) masih layak dipake. Itu persoalannya," tandas Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Lampura, Herwan Mega, usai sidang paripurna pemandangan umum Fraksi - Fraksi DPRD atas Rancangan APBD  Kabupaten Lampung Utara Tahun Anggaran 2013, Herwan Mega, Kamis (29/11).

Rabu, 28 November 2012

PEMKAB SIAP LAUNCHING BUS SEKOLAH



Kotabumi (SL) – Setelah lama tidak jelas juntrungannya, akhirnya program bus sekolah gratis bagi para pelajar Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menemukan titik terang. Pasalnya, program tersebut akan segera diluncurkan (Launching) pada tanggal 5 atau 6 Desember mendatang.

“Rencananya, program Bus sekolah ini akan dilaunching langsung oleh bapak Bupati pada tanggal 5 atau 6 Desember ini di kompleks Islamic Center Kotabumi,” kata Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishukominfo) setempat, Susilo Dwiko, diruangannya, Rabu (28/11).

Dirinya menuturkan bahwa untuk menunjang program bus sekolah gratis ini, pihaknya menyediakan tiga buah armada bus. Dimana, dua diantara bus sekolah tersebut bersumber dari dana APBD tahun 2012. sedangkan sisanya berasal dari hibah dari Kementerian Perhubungan tahun 2011.

LAGI, PELAYANAN RSUD RYACUDU DIKELUHKAN



Kotabumi (SL) – Status akreditasi yang baru didapatkan Rumah Sakit Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) dibidang pelayanan nampaknya perlu ditinjau ulang. Soalnya, pelayanan medis di RS tersebut kembali mendapat keluhan dari para pasiennya salah satunya dari Wahidin (43), warga Kelapa Tujuh, Kotabumi, Lampura.

Bukannya, mendapat pelayanan yang baik dari para petugas medis, Wahidin orang tua dari Robi setiawan (15), pasien penyakit jantung ini malah dituduh mencuri regulator Tabung Oksigen milik RS setempat. Padahal, regulator itu merupakan miliknya yang dia bawa dari Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta.

AKSI PENCURIAN BESI REL DIDUGA DIBEKINGI APARAT

Kotabumi (SL) - Aksi 11 tersangka pencurian besi rel yang diamankan Polres Lampung Utara (Lampura) beberapa hari lalu, diduga dibekingi oknum anggota polisi setempat. Hal ini berdasarkan pengakuan Olipar alias Ipung (39) salah satu tersangka kepada sejumlah pewarta.

“Yang back up kami anggota Polsek Sungkai Utara berinisial AN,” kata Ipung singkat Menanggapi hal itu, Wakapolres Lampura Kompol Ruliandi Yunianto menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya masih menyelidiki tentang keterlibatan oknum tersebut. Ruliandi berdalih jika berdasarkan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik, bahwa tersangka tidak menyebutkan adanya keterlibatan anggotanya.

HONOR MACET, DPRD PANGGIL EKSEKUTIF



Kotabumi (SL) - Komisi B DPRD Lampung Utara (Lampura) bakal memanggil Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Bendahara Umum Sekretariat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Pemanggilan ini terkait macetnya 3 bulan gaji lima ratusan honorer Pemkab Lampura.

“Secepatnya, kita akan panggil BPKAD dan Pemegang Kas Sekretariat Pemkab Lampura agar semuanya bisa jelas,” terang anggota Komisi B DPRD Lampura, Herwan Mega, S.E, Rabu (28/11).

Senin, 26 November 2012

LIMA PEJABAT ESELON II DIPERPANJANG PENSIUNNYA


Kotabumi (SL) - Lantaran tenaga dan keahliannya dianggap masih dibutuhkan, sebanyak lima pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) yang pensiun pada tahun 2012 mengalami perpanjangan batas usia pensiun.

Diantara kelima pejabat yang pensiun tersebut, terdapat nama Sekretaris Kabupaten Lampura, Rifki Wirawan. Sedangkan, sisanya masing – masing terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan Zulkarnain, Kadis Perindustrian, Perdagangan dan UKM Nourel Islamy, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Helmi Hasan, Kepala BKKBN dan PP Agustina

BPBD SIAPKAN TIM REAKSI CEPAT


Kotabumi (SL) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara (Lampura) menempatkan tim reaksi cepat untuk penanggulangan bencana di kabupaten setempat. "Kita selalu bersiap siaga 1 x 24 jam dan sudah menempatkan petugas tim piket untuk bertindak cepat dalam penanggulangan bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Lampura Muhammad Amin, M.M, Senin (26/11).

Untuk petugas piket dalam tim reaksi cepat, katanya lagi, berjumlah 12 orang dan terdiri dari berbagai unit tanggap bencana. “12 orang hanya petugas piket loh, bila terjadi bencana, kita pasti akan turunkan semua tenaga yang kita miliki," lanjutnya.

DEDI : KETERLAMBATAN ITU BUKAN DISENGAJA


Kotabumi (SL) – Bendahara rutin Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Dedi Irawan membenarkan bahwa gaji para honorer diwilayahnya belum terbayarkan. “Belum dibayar (gaji honor) itu menang benar,” katanya singkat, melalui telepon seluluer, Senin (26/11).

Kendati demikian, dirinya menampik jika keterlambatan penyaluran gaji ini merupakan hal yang disengaja dilakukan oleh pihaknya. “Keterlambatan ini bukan disengaja. Waktu itu, kita sedang mengejar SPJ (Surat Pertanggungjawaban) dan sedang ada pemeriksaan. Jadi, bukan disengaja,” terangnya.

3 BULAN BELUM DIBAYAR, HONORER RESAH


Kotabumi (SL) - Sejumlah tenaga Honorer Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) meminta kepada Pemkab setempat untuk segera menyalurkan tiga bulan gaji mereka yang hingga kini belum dibayarkan. Lantaran, keberadaan gaji tersebut sangat diperlukan dalam menopang kehidupan para honorer.

Salah seorang honorer yang enggan namanya dipublikasikan ketika dikonfirmasi, dipelataran Pemkab setempat, Jum’at (23/11) membenarkan bahwa telah tiga bulan lamanya gajinya dan rekan kerjanya belum dibayarkan oleh Pemkab setempat. “Ya, benar  sudah tiga bulan gaji kami belum dibayar. Tiga bulan itu sejak bulan September hingga November,” beber dia.

Kamis, 22 November 2012

POL PP ANCAM TUTUP USAHA NAKAL


Kotabumi (SL) – Satuan Polisi Pamong Praja Lampung Utara (Lampura) menjanjikan akan segera menutup sejumlah tempat usaha ‘nakal’ yang enggan melengkapi perizinan usahanya dan telah direkomendasikan oleh Kantor Penanaman Modal dan Perizinan (KPMP) setempat untuk diterbitkan. 

“Kita akan tutup tempat usaha yang bandel dalam melengkapi perizinannya. Tapi terlebih dahulu, kita akan kembali kirimkan surat peringatan kepada tempat – tempat usaha itu untuk melengkapi izinnya. Kita akan kirimkan dalam waktu satu atau dua hari ini,” terang Kabid Penegakan Perundang - undangan Daerah Satuan Pol PP setempat, Togar Purba, diruangannya, Kamis (22/11). 

GURU BAHASA DAERAH MINTA TERBITKAN PERBUP


Kotabumi (SL) – Rencana Pemerintah Pusat untuk menghapuskan sejumlah mata pelajaran pada kurikulum baru tahun 2013 termasuk muatan lokal membuat resah sejumlah guru mata pelajaran Bahasa Daerah (Bahasa Lampung), di Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Sebab, dikhawatirkan bahwa kebijakan ini akan membuat guru Bahasa Daerah tidak bisa ikut serta pada sertifikasi pada tahun mendatang. 

"Bagi guru yang belum sertifikasi kita akan terkendala kebijakan tersebut, dimana pemerintah pusat akan membuat kurikulum baru, dengan enam mata pelajaran saja," beber Anita, salah satu guru Bahasa Daerah, Kamis (22/11).

Oleh karenanya, saat ini, dirinya berikut rekannya yang belum sertifikasi, didata terlebih dahulu oleh Dinas Pendidikan Lampung Utara. "Kami masih diverifikasi oleh Dinas Pendidikan setempat," katanya.

ADA AUNING TAK BERTUAN DIPASAR PAGI KOTABUMI


Kotabumi (SL) - Awning yang di jalan Pemuda, Kelurahan Kotabumi Udik  Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara(Lampura) bagai tak bertuan. Sebab, sejumlah dinas dikonfirmasi terkait keberadaan bangunan yang diduga melanggar berbagai peraturan diantaranya Undang – Undang Nomor 22 tahun 2009, UU Nomor 38 tahun 2004 dan Perda Nomor 10 Tahun 1999 tak satu pun dinas yang mengakuinya.
                  
Jika sebelumnya, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Lampura Sena Adhi Witartha mengatakan, pembangunan awning itu merupakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Namun saat Kadis PU Hamartoni A Hadis dikonfirmasi terkait hal itu mengaku tidak tahu menahu keberadaan proyek tersebut dan itu tidak terpogram di dinas yang dipimpinnya. “Proyek pembangunan awning di pasar (jalan pemuda, Red) itu bukan punya kita. Kalau yang di BPBD (Badan penanggulangan Bencana Daerah) itu betul kita yang tangani,” ujar Hamartoni yang ditemui dalam acara Pelantikan Kades Pagar, Kecamatan Blambangan Pagar, Lampura, Kamis (22/11).

Rabu, 21 November 2012

BKD TARGETKAN PENATAAN GURU AKHIR DESEMBER


Kotabumi (SL) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Utara (Lampura) menargetkan proses pendataan guru PNS diwilayahnya akan selesai pada bulan Desember 2012.

"Kita telah bentuk Tim Penataan Guru dan saat ini sudah diajukan ke Bupati. Jika sudah ditandatangani pimpinan (Bupati), tim ini akan segera menjalankan tugasnya," terang Kabid Mutasi dan Pengadaan Pegawai BKD setempat, Tambunan, Rabu  (21/11).

Nantinya, terus dia, tim yang terdiri dari BKD dan Dinas Pendidikan ini akan bertugas untuk mengevaluasi dan memvalidasi semua data yang diterima dari Dinas Pendidikan dan data yang diperoleh BKD dari hasil pendataannya sendiri.

DEDI : BILA TIDAK SELESAI, PUTUS KONTRAKNYA

Kotabumi (SL) – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Utara (Lampura mengancam akan memutus kontrak para sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2012 yang pengerjaannya tidak selesai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

“Jika tidak selesai hingga batas waktu, maka akan kita putus kontraknya,” ancam Kepala BPKAD setempat, Dedi Alpani, dikantornya, Selasa (20/11).

Untuk itu, terus dia, dirinya meminta kepada para Kepala Sekolah penerima DAK 2012 untuk dapat berkonstentrasi penuh terhadap pengerjaan rehab disekolahnya masing – masing. Lantaran, menurutnya, saat ini waktu yang tersedia untuk pengerjaan rehab gedung sekolah tersebut tinggal sedikit.

MAYAT MR X BELUM DIAMBIL KELUARGA


Kotabumi (SL) – Lantaran tidak jelas identitasnya, sosok jasad yang diketemukan tewas di pasar Dekon Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), Senin (19/11) lalu, hingga kini masih berada di kamar mayat RSU Ryacudu.

“Belum ada satu pun orang yang datang keruang mayat untuk mengenali jasad tersebut. Jika dalam waktu tiga hari, sejak kedatangan jasad tersebut tidak ada pihak keluarga yang mengambil, maka pihak RSU Ryacudu akan memakamkan jasad tersebut," jelas petugas kamar mayat RSU Ryacudu, Trimo.

Mayat anonim tersebut, kata dialagi, jika dalam rentang waktu tiga hari kedepan tidak diambil oleh pihak keluarga. Maka akan dikuburkan oleh pihak RSUD Ryacudu.

DIBEGAL, HALIMAH TERTEMBAK DIDADA


Kotabumi (SL) - Halimah (43), Warga Desa Buminabung, Abung Barat, Lampung Utara (Lampura), tertembak dada kirinya oleh kawanan begal saat melintas di daerah Simpang Way Isem, Abung Barat, Selasa (20/11), sekitar pukul 06.00 WIB.

Selain melukai pedagang sayuran itu, para pelaku juga berhasil merampas motor Honda Revo BE 7432 JT milik korban.

Nuar (45) suami korban menuturkan, saat itu dia dan istrinya hendak pulang ke rumah usai berbelanja di Pasar Sentral, Kotabumi. Saat melintas, kedua pasangan suami isteri tersebut dipepet empat orang pelaku yang mengunakan dua unit motor dan langsung menghadang motor korban. Tanpa berkata apa-apa, salah seorang pelaku langsungmenembakkan senpi yang mengenai bahu kiri Halimah.

PEMKAB BAYARKAN TUNJANGAN BERAS

Kotabumi (SL) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara(Lampura) sudah mulai merealisasikan rapel tunjangan beras tahun 2010-2011 bagi 10.188 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di Kabupaten setempat.

“Sudah mulai kita distribusikan, dari 53 Satker yang ada sudah terealisasi 21 Satker dan sisanya sedang dalam proses,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Lampura Hi Dedi Alfani, S.E, Selasa (20/11).

DITUDING OKNUM BPK, WAHID NGELES



Kotabumi (SL) - Wahid Riswanto (38) yang ditangkap anggota Polres Lampung Utara (Lampura) beberapa hari lalu, terbukti bukan sebagai ketua Tim Investigasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Lampung, alias gadungan. Hal itu diakui Kepala BPK RI perwakilan Provinsi Lampung, Novy Gregory Antonius Pelenkahu, ketika dikonfirmasi melalui via telpon, Senin (19/11).

“Dia (Wahid) bukan pegawai kami, apalagi mengaku sebagai ketua tim investigasi,” ujar Novy, saat dihubungi via telpon, Senin (19/11).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...